1 July 2019

Apa itu Naza dan sakaratul maut? Penjelasan lengkap

NAZA

pembahasan : Dahsyatnya kematian tidak bisa diketahui secara pasti,kecuali oleh orang yang merasakannya bisa mengetahuinya dengan mengkiaskanya kepada rasa sakit yang dialaminya atau dengan menggunakan dalil keadaan orang-orang diwaktu naza.


Meninggal


Kias itu menyebutkan,setiap anggota tubuh tidak memiliki roh didalamnya dan tidak meraskan sakit.
Apabila terdapat roh didalamnya maka akan merasakan sakit adalah roh.
Jika anggota tubuh terluka atau terbakar maka yang akan sakit.
Sebanyak rasa sakit yang dirasakan roh itulah yang di derita tubuh. 

Rasa sakit itu tersebar ke seluruh bagian tubuh,sementara rasa sakit yang dirasakan  oleh roh hanya sebagian,jika rasa sakit itu menimpa roh itu saja dan tidak menerimpa roh itu saja dan tidak menimpa  yang lainnya,maka betapa hebat dan kerasnya rasa sakit itu.

NAZA adalah ibarat seseuatu yang menyakitkan roh hingga tidak tersisa satu bagian pun dari roh yang tidak merasakan sakit.

Andai  kata ia terkena duri,tertusuk paku atau dicolok matamu maka kepedihan atau rasa sakit yang hanya menimpa bagian roh yang merasakan tersebut.


Akibat kebakaran menjadi besar,maka bagian api masuk kedalam bagian badan yang lain.

Karenanya,tidak tersisa satu bagian pun dari anggota yang terbakar yang tidak tertimpa api,sehingga dirasakan oleh bagiaan-bagian roh yang tersebar dibagian-bagian daging lainnya.

Kepidahan di waktu NAZA menyerang roh dan seluruh bagiannnya,karena roh itulah yang tercabut dan ditarik dari stiap urat dan persediannya.,dari kepala sampai kaki.

Jangan tanya tentang kepedihan,hingga mereka katakann :  "sesungguhnya kematian itu lebih dahsyat dari pda dipuku dengan pedang,digergaji atau di gunting".
Sebab pemotongan badan dengan pedang hanya menimbulkan kepedihan yang tergantung pada roh.

Baiklah sobat Dwana post yang tercinta,coba banyangkan lantas bagaimana yang terpotong dana terkena  adalah roh itu sendiri..
Manusia yang tepotong meminta tolong dan hidup sampai pagi karena mmasih mempunyai kekuatan  didalam jantung dan lidahnya,suara mayit dan teriakanya terputus disaat ia merasakan kepedihan yang sangat,karena rasa sakit itulah telah memuncak meningkat pada jantungnya,karna nya setiap kekuatan menjadi rapuh dan setiap anggota badan menjadi lemah.

Ia tidak lagi mempunyai kekuatan meminta tolong,sementara itu akal sudah tertutup dan bingung,lisan,tangan dan kaki telah menjadi lemah..

Ia berharap bisa beristirahat dengan rintihan,teriakan dan permintaan tolongnya,akan tetapi,ia tidak sanggup melakukanya jika masih ada kekuatan padanya,makadisaat pencabutan nyawa dan penarikannya akan terdengar suara mendengkur dari tenggorokan dan dadanya.

Warna kulitnya telah berubah dan menjadi pucat seperti tanah yang merupakan fitrahnya.

Kepedihan tersebar didalam dan diluar tubuhnya hingga berkerut,sementara kedua buah zakarnya kembali ketempatnya yang paling atas dan kukunya menjadi hijau.

Andai kata yang ditarik itu uratnya,nizcaya terasa sangat pedih,maka langkah pedihnya jika yang ditarik adalah roh yang merasakan sakit itu sendiri,juga bahkan dari satu urat,tetapi semua urat.

Kemudian setiap anggota tubuh mati secara berangsur,setiap anggota tubuh mengalami sakaratul maut/sekarat dan kesusahan demi kesusahan,hingga sampai ke tenggorokan.

Ketika itu terputuslah pandangannya dari dunia dan penghuninya serta tertutuplah pintu taubat didepannya hingga ia diliputi penyesalan.  

umar r.a berkata kepada ka'abb al-ahbar,,"hai ka'ab,ceritakan kepada kami tentang kematian.????
"ka'ab  menjawab , "baik wahai amirul mukminin,sesungguhnya kematian itu seperti sebatang ranting yang banyak durinya,lalu dimasukan ke dalam tubuh seseorang dan setiap duri diambil pada setiap urat,kemudian ditarik oleh seseorang dengan keras.
Ia ambil apa yang ingin diambilnya dan ia tinggalkan nya".

Nabi SAW bersabda,"sesungguhnya hamba mengalami kesulitan dan sekarat disaat kematian dan persendiaanya saling memberi salam.
ia berkata"alaikas salam,engkau tinggalkan aku dan aku tinggalkan engkau sampai akhir kiamat.
ITU adalah sakaratul maut yang menimpa para walli Allah swt dan kekasih-nya.
Maka bagaimana pula keadaan kita yang hanyut dalam maksiat.

Sakaratul maut

sakaratul maut

Sakarat artinya kesulitan.
Allah berfirman dalam kitab Al-qur'an ya :


Allah SWT berfirman:

فَلَوْلَاۤ اِذَا بَلَغَتِ الْحُـلْقُوْمَ ۙ 
falau laaa izaa balaghotil-hulquum

"Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,"
(QS. Al-Waqi'ah 56: Ayat 83)

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ قَا لَ اُوْحِيَ اِلَيَّ وَلَمْ يُوْحَ اِلَيْهِ شَيْءٌ وَّمَنْ قَا لَ سَاُ نْزِلُ مِثْلَ مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ ۗ وَلَوْ تَرٰۤى اِذِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ غَمَرٰتِ الْمَوْتِ وَا لْمَلٰٓئِكَةُ بَاسِطُوْۤا اَيْدِيْهِمْ ۚ اَخْرِجُوْۤا اَنْفُسَكُمُ ۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَا بَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ غَيْرَ الْحَـقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ اٰيٰتِهٖ تَسْتَكْبِرُوْنَ
wa man azhlamu mim maniftaroo 'alallohi kaziban au qoola uuhiya ilayya wa lam yuuha ilaihi syai`uw wa mang qoola sa`unzilu misla maaa anzalalloh, walau tarooo izizh-zhoolimuuna fii ghomarootil-mauti wal-malaaa`ikatu baasithuuu aidiihim, akhrijuuu anfusakum, al-yauma tujzauna 'azaabal-huuni bimaa kuntum taquuluuna 'alallohi ghoirol-haqqi wa kuntum 'an aayaatihii tastakbiruun

"Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, Telah diwahyukan kepadaku, padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah. (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), Keluarkanlah nyawamu. Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 93)


Allah SWT berfirman:

وَ جَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِا لْحَـقِّ ۗ ذٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيْدُ
wa jaaa`at sakrotul-mauti bil-haqq, zaalika maa kunta min-hu tahiid

"Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari."
(QS. Qaf 50: Ayat 19)

Saat menjelang wafat,dihadapan rasullah ada sebuah wadah berisi air. 
Beliau berulang kali memasukan kedua tangannya didalam air,lalu mengusapkanya pada mukanya dan berkata,"Laa ilaaha ilaallah"sesungguhnya kematian itu mempunyai sakarat.

Kemudian beliau mengakat kedua tangannya dan berkata, "Bersama Rafiiqul A'laa hingga beliau wafat dan miring tangannya. (HR.BUKHARI)

Tirmidzi meriwayatkan dalam ar Ri'ayah, bahwa Allah swt ta'ala berfirman kepada ibrahim as. "Hai khalill ku,bagaimana engkau merasakan kematian??
Ibrahim menjawab,"Seperti besi yang dipanaskan dan diletakan dalam buluh basah,kemudian ditarik.

Allah swt berfirman "padahal kami telah meringankanya bagimu,ya ibrahim".

Di riwayatkan,bahwa ketika roh musa as. Menghadap kepada Allah swt,Tuhannya berkata kepadanya,"ya musa,bagaimana engkau merasakan kematian??
Musa menjawab, "kurasakan jiwa ku seperti burung pipit hidup di goreng diatas kuali,tidak mati hingga bisa beristirahat dan tidak selamat hingga bisa terbang.

Atau dalam riwayat lain dari musa,bahwa ia berkata, "kurasakan jiwaku seperti kambing hidup yang dikuliti oleh tukang jagal.

Disebutkan dalam khabar dari hadist humaid ath thawil dari anas bin malik,dari nabi saw.
Beliau bersabda, "para malaikat mendekap hamba dan menahanya.
Kalau tidak begitu,niscaya ia telah berlari-lari dipadang pasir dan hutan karena kersanya sakaratul maut.

Diriwayatkan pula bahwa apabila allah telah mencabut nyawa malaikat maut setelah matinya para malaikat,ia berkata, "Demi keperkasaan mu andai kata kutahu apa yang aku rasakan dari sakaratul maut,niscaya aku tidak mencabut jiwa seorang mukmin.

Al Qadhi abu bakar ibn al arabi menyebutkan,diriwayatkan dari syahrin bin hausyab,bahwa rasullah saw.
Ditanya tentang kematian dan kesulitannya, Beliau menjawab, "Sesunguhnya kematian yang teringan adalah seperti duri yang ada didalam bulu.
Bukankah duri tidak keluar dari bulu,kecuali disertai bulu???

BACA JUGA : Syafaat Nabi saw, sedih ketika manusia wafat semua

Baca juga : Sholat tahajud

Labels: