Skip to main content

4 Kebiasaan yang dilakukan para korban dari sipencontek pelajaran disekolah

Korban pencontek disekolah


Mencontek merupakan sikap yang salah dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus.
Mencontek biasanya banyak terjadi dilingkungan sekolah dan,

kita ketahui bersama bahwa prilaku mencontek di kalangan pelajar sekolah sudah hal yang wajar bahkan seolah-olah sudah menjadi kebiasaan. Bahkan ketika Ujian Nasional pun kebiasaan contek-mencontek tidak penah ditinggalkan. Dengan alasan standar kelulusan semakin tinggi sehingga perbuatan contek-mencontek di halalkan.

Mencontek sering kali diartikan sebagai bentuk kesetiakawanan. Tapi kesetiakawanan ini sering disalahartikan yaitu bagaimana kita membantu teman, baik dalam hal positif maupun negatif. Jika solidaritas diartikan sebagai solidaritas yang positif maka akan berdampak poositif juga, yaitu semakin eratnya rasa persatuan.

Tapi jika kesetiakawanan disalah artikan dengan memberikan contekan kepada teman tentu saja ini akan menyimpang arti dari solidaritas yang sebenarnya. Biasanya mereka beranggapan jika tidak memberikan contekan maka akan di anggap pelit dan tidak mempunyai teman. Hal ini yang membuat kita serba salah sehingga kita tetap mencontek meskipun kita tahu bahwa apa yang kita lakukan adalah hal yang salah.

Berikut 4 kebiasaan yg dilakukan para korban dari sipencontek pelajaran disekolah.


1. Mengajarinya

Jika ada teman yg bilang "nyontek dong"
kalian harus bilang seperti ini.
"Sini aku ajarin saja,nanti pas ujian kamu tau cara menjawab soal pelajaran ini,pasti ia akan suka terhadap sikapmu dan kamu mendapatkan pahala membantu teman disekolah.

2. Dimanfaatkan

Sebagian dari korban pencontek biasanya memanfaatkan seseorang yg sering mencontek untuk kepentingan pribadi seperti halnya untuk menjadi anak buah,yang dimana kita suruh untuk melakukan hal sesuatu.

Alasanya biar saling menguntungkan dan menjadi erat tali pertemanan disekolah.

3. Mengabaikan

Para korban pencontek biasanya mengabaikan para pencontek pelajaran disekolah supaya ia mencontek hasil belajar dari korban pencontek.

Ia akan bersikap bodoh amat jika diperlukan si pencontek dan ia nggak perduli apa yang dilakukan nanti oleh si pencontek.

4. Menasehati

Si korban pencontek akan menasehati si pencotek dengan berkata kalau mencontek itu tidak baik bagi diri mu wahai si pencontek nanti jadi kebiasaan dan nanti kamu susah saat menghadapi ujian sebenernya (UN).

Dan terakhir memberikan jawaban salah dan bohong.

Para korban dari sang pencontek ia akan melakukan segala cara agar hasil kerja disekolah tidak di contek siapa pun dengan cara memberikan jawaban salah.

Contoh si pencontek meminta jawaban soal nomor dua,dan kalian memberikan jawaban soal nomor dua itu(A) padahal bukan (A) jawabanmu yang sebenernya (B) dengan alasan biar mereka sadar apa yg dilakukan nya itu salah.

Dan terakhir si korban pencontek akan memberikan respon kepada si pencontek dengan menjawab saya belum mengerjakan jawaban tersebut padahal sudah.

Dengan beralasan supaya si pencontek tidak melihat hasil tugas sekolah yang ia kerjakan.

KESIMPULAN


karakter yang dapat dihasilkan dari kegiatan mencontek antara lain mengambil milik orang lain tanpa ijin, menyepelekan, senang jalan pintas dan malas berusaha keras. Bisa dipastikan, saat siswa sudah dewasa dan hidup sendiri, tabiat-tabiat hasil perilaku mencontek mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencuri, korupsi, manajemen buruk, pemalas tapi ingin jabatan dan pedapatan tinggi.

Dan tidak munafik  jika kebiasaan mencontek sulit untuk dihilangkan. Bahkan penulis sendiri sangat sulit untuk meninggalkan kebiasaan mencontek ini.

Namun kita tidak boleh hanya menyerah dengan kebiasaan buruk ini, tapi kita harus tetap berusaha menjadi manusia yang lebih baik. Jika kita memang benar-benar sulit menghilangkan kebiasaan ini, tapi paling tidak kita dapat meminimalisir kebiasaan mencontek ini.

Bukan hal yang mustahil kebiasaan ini untuk dihilangkan, jika tekad dan niat kita sungguh-sungguh maka tidak mungkin jika tidak dapat meninggalkan kebiasaan ini.

Comment Policy: Tolong silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar