10 August 2019

Inilah faktor Pemicu Timbulnya Kanker dan Tips mengobatinya

Apa saja faktor pemicu munculnya kanker??



Berbagai penelitian mengenai kanker telah dilakukan oleh para ilmuwan sejak bertahun-tahun silam. Namun, sampai saat ini faktor-faktor pemicu kanker belum dapat ditemukan dan dijelaskan secara pasti.

Para ilmuwan hanya mampu memprediksi berbagai faktor penyebab kanker tanpa bisa menjelaskan dengan pasti bagaimana faktor-faktor tersebut memicu pembelahan sel menjadi tidak terkendali.
Berikut Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kanker.

A. Karsinogen

Salah satu penyebab utama timbulnya kanker didalam tubuh manusia adalah paparan karsinogen secara terus menerus.

Karsinogen merupakan materi atau agen kimia, fisika, atau biologi yang dapat menyebabkan ketidaknormalan sel dan menimbulkan kanker. Di dalam tubuh, karsinogen berikatan dengan radikal bebas dan menyebabkan kerusakan pada organela-organela sel, misalnya DNA. Kerusakan ini dapat meningkatkan risiko terjadi nya mutasi gen.

Beberapa contoh karsinogen yang bisa memicu tumbuhnya kanker dapat ditemui dalam makanan, asap rokok, organisme patogen, radiasi, serta bahan kimia lainnya.

1. Makanan


Makanan yang mengandung protein dan lemak tinggi dapat memicu tumbuhnya kanker dalam tubuh. Saat dimasak pada suhu tinggi, makanan jenis ini dapat membentuk senyawa mutagen pemicu mutasi didalam sel.

Minuman beralkohol juga memicu berbagai jenis kanker, antara lain kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, pita suara, hati, dan payudara. Konsumsi garam berlebihan dalam makanan juga dapat meningkatkan resiko kanker perut. Selain itu, bahan-bahan kimia yang ditambahkan kedalam makanan seperti pengawet, pewarna, pemanis, dan penyedap buatan juga berpotensi memicu munculnya berbagai jenis kanker.

2. Asap rokok

Asap rokok mengandung berbagai senyawa beracun yang dapat memicu abnormalitas sel. Asap rokok yang dihirup oleh perokok aktif maupun pasif dapat memicu munculnya kanker paru-paru, pita suara, tenggorokan, kerongkongan, ginjal, kantung kemih, perut, pankreas, leukimia.

3. Radiasi

Terjadinya kanker juga dapat disebabkan oleh adanya paparan radiasi elektromagnetik berenergi tinggi, seperti cahaya matahari dan sinar-X. Cahaya-cahaya tersebut berpotensi tinggi mengakibatkan kanker, terutama kanker kulit.

4. Organisme patogen

Beberapa jenis organisme juga berpotensi menimbulkan kanker. Sebanyak 15% dari keseluruhan kasus kanker disebabkan oleh beberapa jenis virus, bakteri, dan parasit tertentu.

Beberapa jenis virus yang mampu memicu tumbuhnya kanker antara lain virus papilloma (HPV atau Virus Human Papilloma) yang merupakan penyebab utama kanker leher rahim, virus hepatitis B dan C yang merupakan penyebab utama kanker hati,

serta HIV (Human Immunodeficieny Virus) yang dapat memicu kanker jenis sarcoma kaposi.

5. Bahan-bahan kimia

Bahan-bahan kimia penyebab penyemaran udara, air, maupun tanah juga berpotensi memicu munculnya kanker di dalam tubuh.

Bahan-bahan polutan di udara merupakan penyebab utama terjadinya kanker paru-paru.

Sementara itu, bahan-bahan polutan dari industri misalnya benzena, asbes, vinil klorida, kadmium, nikel, dan arsen juga mampu menimbulkan kanker pada berbagai organ tubuh.

Pembahasan faktor keturunan

Studi yang dilakukan pada berbagai kasus kanker menunjukkan bahwa faktor hereditas atau keturunan memegang peranan penting dalam terjadinya penyakit kanker. Beberapa gen abnormal pemicu kanker bersifat diwariskan dari orang tua kepada anaknya.

Sebagai contohnya, gen pemicu tumor BRCA1 dan BRCA2 yang diwariskan dapat meningkatkan resiko kanker payudara pada wanita muda.

Meskipun beberapa gen abnormal bersifat menurun, namun gen ini belum tentu memicu timbulnya kanker. Keberadaan pemicu lain, seperti karsinogen dan tingkat daya tahan tubuh memegang peranan penting dalam perkembangan kanker selanjutnya. Dengan demikian, adanya gen abnormal yang bersifat menurun yang didukung oleh faktor pemicu lain berpeluang lebih besar terhadap munculnya kanker.

Pada dasarnya, tidak semua jenis kanker dapat diturunkan. Hanya beberapa jenis kanker saja yang diturunkan. Kanker kulit, payudara, dan prostat merupakan beberapa jenis kanker yang lebih cenderung diturunkan dari pada jenis kanker lainnya.

B. Hormon steroid


Hormon steroid yang dihasilkan oleh sistem endokrin merupakan salah satu penyebab utama kanker pada organ-organ reproduksi. Hormon steroid mampu merangsang sel-sel pada organ reproduksi untuk melakukan pembelahan dan pertumbuhan.

Pada wanita, peningkatan kadar hormon esterogen dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara dan leher rahim.

Peningkatan kadar esterogen dalam waktu yang lama biasanya terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi pertama kali, terlambat menopause, mempunyai anak pada usia lebih dari 30 tahun, serta pada wanita yang tidak pernah mempunyai anak.

Pada pria, peningkatan hormon testosteron juga mampu memicu munculnya kanker pada organ reproduksi.

C. Lingkungan penduduk


berbagai penelitian menunjukkan bahwa umur, ras, dan jenis kelamin seseorang juga mempengaruhi perkembangan kanker. Sebagian besar kasus kanker muncul pada orang dewasa dengan frekuensi kejadian terbesar adalah pada usia setengah baya.

Semakin tua seseorang, kelainan gen yang terjadi akan semakin parah sehingga peluang untuk terserang kanker pun semakin besar.

Terjadinya jenis kanker tertentu juga dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin.

Kanker perut dan ginjal lebih sering dijumpai pada pria dibandingkan wanita. Selain itu, orang dari ras tertentu lebih sering terserang penyakit kanker dari pada ras lainnya.

Sebagai contohnya, di Amerika Serikat, kanker darah lebih sering terjadi pada orang berkulit putih dari pada orang berkulit hitam. Wanita berkulit putih juga lebih mudah terserang kanker payudara dibandingkan wanita berkulit hitam.

Walaupun demikian, sampai sekarang belum dapat disimpulkan bagaimana jenis kelamin dan ras seseorang dapat mempengaruhi perkembangan kanker.


Apakah kanker bisa di hindarin??




Sampai saat ini, penyebab kanker belum bisa diketahui dengan jelas, sehingga cara pasti untuk mencegah juga belum dapat ditemukan. Namun, beberapa penelitian menunjukan bahwa gaya hidup yang sehat dapat membantu kita terhindar dari kanker.

Menghindarin diri dari berbagai faktor resiko kanker merupakan cara terbaik untuk menghindari kanker. Beberapa penelitian menunjukan bahwa jenis makanan tertentu dapat menghindarkan seseorang dari kanker. Misalnya  brokoli, kubis, tomat, kacang-kacangan, dan berbagai jenis makanan yang kaya vitamin A, C, dan E.

Selain itu, teh hijau dan teh hitam juga mampu melindungi tubuh dari karsinogen. Semua jenis makanan tersebut mengandung senyawa antioksidan, yaitu senyawa yg mampu menangkal radikal bebas pemicu kanker.

Melindungi kulit dari paparan sinar matahari dapat mencegah resiko terkena kanker kulit, kira-kira sebesar 80%. Jika di bawah terik matahari cukup lama, sebaiknya selalu menggunakan tabir surya yang mengandung SPF (Sun protection Factor).

Berbagai jenis kanker dipicu oleh rokok dan alkohol. Dengan berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol, risiko terjadinya kanker bisa ditekan. Selain itu, olahraga teratur juga membantu menghindari obesitas yang memicu berkembangnya kanker usus dan rektum, prostat, payudara, rahim, serta ginjal.

Baca juga : khusus payudara wanita

Dektesi dini terhadap adanya kanker, terutama bagi kelompok risiko tinggi merupakan upaya pencegahan yang efektif. Sesekali kita perlu mengwaspadai adanya perubahan yang mencurigakan pada tubuh kita, seperti adanya benjolan di payudara dan kulit, adanya perubahan tahi lalat atau warna kulit, mengalami  diare atau sembelit yang berkepanjangan, dan lain-lain.

Dengan mendeteksi adanya kanker sejak dini, maka kita dapat mencegah kanker berkembang menjadi lebih parah lagi.

Bagaimanakah cara mengobati kanker?


Untuk melakukan pengobatan dan perawatan penyakit kanker, para ahli kesehatan biasanya mengajukan beberapa pilihan metode, misalnya dengan operasi, terapi radiasi, kemotrapi,   terapi hormon atau imonoterapi.Pada sebagian kasus kanker, satu jenis metode pengobatan dapat memberikan hasil yang efektif. Namun, sebagian kasus kanker lainnya mungkin memerlukan kombinasi beberapa metode pengobatan.

Operasi (Pembedahan)

Operasi atau pembedahan merupakan cara pengobatan paling cepat dan efektif, terutama untuk kanker yang belum menyebar ke bagian lain.

Namun, perlu diketahui bahwa operasi lainnya hanya menghilangkan kanker yang terlihat saja. Sedangkan kanker yang tidak terlihat kemungkinan masih tertinggal.

Oleh karna itu, untuk mencegah kemungkinan tertinggalnya bibit kanker berukuran mikroskopis, para haki bedah biasanya juga menghilangkan jaringan disekitar tumbuhnya kanker.

Akan tetapi, hal ini tidak dapat dilakukan jika kanker tumbuh di dekat organ vital.

Dalam proses nya operasi, penderita akan di bius, sehingga penderita akan kehilangan kesadaran dan harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Seiring dengan kemajuan teknologi, saat ini operasi dapat dilakukan dengan alat-alat canggih dan hanya memerlukan bius lokal. Pada pelaksanaan operasi semacam ini, terjadinya luka atau efek samping dapat ditekan semaksimal mungkin, sehingga penderita dapat kembali beraktivitas setelah selesai operasi.

Kemoterapi


Kemoterapi merupakan terapi yang menggunakan obat-obatan anti kanker. Obat-obatan inj akan beredar bersama aliran darah, sehingga efektif untuk mengobati kanker yang telah menyebar. Saat ini terdapat berbagai jenis obat anti kanker yang biasa digunakan dalam kemoterapi.

Pemberian beberapa jenis obat-obatan yang di kombinasikan ternyata lebih efektif dari pada penggunaan satu jenis obat saja. Pemberian satu jenis ovat terkadang mengakibatkan sel kanker menjadi resisten (kebal) terhadap obat-obatan anti kanker.

Obat-obatan anti kanker biasanya diberikan dalam bentuk tablet, pil, suntikan, atau infus. Obat ini akan berinteraksi dengan sel-sel kanker dan dapat memicu pembentukan DNA baru ataupun mengembalikan pembelahan sel pada kondisi normal.

Namun pada beberapa kasus,obat dapat mengakibatkan kematian sel-sel kanker.

Pelaksanaan kemoterapi sering menimbulkan beberapa efek samping seperti, berkurangnya daya tahan tubuh terhadap infeksi, pendarahan dalam, diare, mual, muntah, rambut rontok, dan anemia.

Beberapa jenis kanker dapat menjadi resisten setelah terpapar oleh salah satu jenis obat. Bila hal ini terjadi, maka tidak  akan ada obat yang efektif untuk melawan kanker. Jenis obat, frekuensi, dan dosis pemberian obat sangat dipengaruhi oleh jenis kanker yang diderita.

Terapi hormon

Perkembangan sel-sel kanker dapat dapat dihambat dengan memproduksi atau menghentikan produksi hormon tertentu. Contoh penggunaan terapi hormon ini dapat kita lihat pada proses pengobatan kanker payudara atau prostat. Dalam perkembangannya, kedua jenis kanker ini sangat tergantung pada keberadaan hormon stereoid, dalam hal ini esterogen dan testosteron.

Dengan menghentikan produksi  serta sirkulasi hormon esterogen dan testosteron, maka pertumbuhan sel-sel kanker akan terhenti.

Imunoterapi

Imunoterapi merupakan metedo pengobatan dengan meningkatkan imunitas (kekebalan tubuh) penderita. Pelaksanaan imunoterapi ini didasarkan pada penggunaan antibodi di dalam sistem pertahanan tubuh.

Pada pengobatan kanker, antibodi digunakan untuk menyerang sel-sel kanker secara langsung. Namun, terkadang antibodi digunakan untuk menghantarkan obat atau bahan radioaktif menuju sel kanker.

Dan terakhir....

Terapi Radiasi

Terapi radiasi dilakukan dengan menggunakan partikel berenergi tinggi ataupun gelombang radioaktif, misalnya sinar-X atau sinar gamma. Pemberian radiasi di fokuskan pada daerah yang terserang kanker, sehingga dapat membunuh sel-sel kanker.

Namun, radiasi terkadang juga dapat membunuh sel-sel sehat yang ada di sekitar sel kanker.

Hal ini dapat memicu munculnya beberapa efek samping, seperti perasaan lelah, kehilangan nafsu makan, dan perubahan kulit.

Efek samping lainnya tergantung pada bagian tubuh yang di kenai radiasi. Sebagai contohnya, radiasi yang diberikan di kepala dapat mengakibatkam kerontokan rambut.

Terapi yang dilaksanakan secara berkala dengan dosis radiasi yang rendah dapat menekan efek samping yang kurang menguntungkan. Frekuensi dan dosis radiasi yang diberikan tergantung pada beberapa hal, misalnya ukuran, lokasi, dan jenis kanker, serta kondisi kesehatan pasien secara umum. Pasien biasanya mendapatkan terapi sebanyak lima kali seminggu selama 5-8 minggu.

Di bandingkan dengan operasi, terapi radiasi mempunyai keunggulan, yakni dapat membunuh sel-sel kanker tai bibit kanker berukuran mikroskopis yang mungkin tidak dapat di hilangkan dengan cara operasi.

Terapi radiasi dapat digunakan untuk mengobati hampir semua jenis kanker, termasuk kanker otak, payudara, leher rahim, paru-paru, ptostat, kulit, leukemia, dan lainnya.

Kesimpulan

Maka dari itu setidaknya kita semua bisa tahu hal-hal yang memicu timbulnya kanker dan bisa kita mencegah nya dengan pola hidup sehat yang baik agar tidak adanya kanker di dalam tubuh kiita masing-masing.

Selalu semangat untuk hidup yang lebih baik lagi dan berdoa selalu semoga kita terhindar dari penyakit berbahaya tersebut.
Salam sehat (Dwana post)

Labels: