Skip to main content

Mengenal perjuangan kaum muhajirin

Ayo Mengenal perjuangan kaum Muhajirin


Kaum Muhajirin adalah penduduk mekkah yang telah memeluk agama islam dan ikut hijrah bersama nabi muhammad saw ke madinah. Hijrahnya kaum muhajirin terjadi karena mereka mendapat tekanan dan penyiksaan dari kaum kafir Quraisy setelah mereka memeluk agama islam.

Mereka ikut berjuang bersama nabi muhammad saw menegakkan agama islam ke madinah.

Peristiwa hijrah nabi muhammad saw dan sahabatnya dari makkah ke madinah adalah hijrah kedua. Sebelumnya pernah hijrah ke abessina (Ethopia). Peristiwa hijrah kedua yang dilakukan oleh kaum muhajirin terjadi pada tahun 622 M.

Dalam hijrah ini sebagian kaum muhajirin  ada yang berangkat terlebih dahulu dari nabi muhammad saw dan ada juga yang menyusul kemudian. Adapun yang berangkat bersama nabi muhammad saw hanyalah abu bakar As-siddiq r.a lalu di susul oleh ali bin abi thalib r.a setelah nabi muhammad saw dan abu bakar as-siddiq keluar dari gua tsur.

Tempat persembunyian sementara dari pengintaian kaum kafir Quraisy.

Peristiwa hijrah dari makkahvke madinah diawali oleh pengucapan baiat Aqabah 1 dan 2 oleh penduduk madinah dari suku Aus dan Khazraj. Pada baiat aqabah 1 mereka berjanji untuk tidak menyekutukan tuhan, berzina, mencuri serta sifat tercela lainnya dan berjanji akan taat kepada nabi muhammad saw.

Setelah mereka kembali ke madinah dan menceritakan ajaran nabi muhammad saw, sahabat-sahabat mereka di madinah tertarik serta memohon kepada nabi muhammad saw agar megutus seseorang untuk mengajarkan ajaran islam kepada mereka.

Nabi muhammad saw menyetujui dan mengutus mus'ab bin umair menjadi pengajar mereka.

Pada tahun 12 dari kenabian datang 75 orang muslim madinah untuk menunaikan ibadah haji ke makkah. Mereka datang dan sekaligus mengundang nabi muhammad saw untuk datang ke madinah serta berjanji untuk memberi perlindungan kepada nabi muhammad saw peristiwa tersebut di sebut Baiat Aqabah 2.

Baca juga apa itu Naza' dan sakaratul maut

Dengan perjanjian keamanan dalam baiat aqabah 2 ini, nabi muhammad saw mengizinkan para sahabatnya serta kaum muslimin untuk hijrah ke madinah. Keberangkatan mereka dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan secara bergiliran supaya tidak menimbulkan kecurigaan kaum kafir Quraisy.

Namun demikian akhirnya oran-orang kafir Quraisy mengetahui juga. Khawatir akan terjadi perang saudara antarkabilah di antara mereka, mereka hanya sebatas menghalangi pelaksaan hijrah. Kaum yang hijrah ke madinah berjumlah 200 orang.

Di madinah, kaum muhajirin menyatakan dengan kaum ashar untuk membantu perjuangan nabi muhammad saw walaupun demikian kaum muhajirin dinilai lebih utama dari kaum anshar, karena perjuangan mereka menegakan islam maupun pengetahuan mereka tentang islam mereka mempunyai status lebih tinggi terutama dalam struktur politik pemerintahan.

B. Perjuangan kaum Anshar


Setelah nabi muhammad saw dan para sahabat sampai ke madinah, kaum muslimin di madinah (Kaum anshar) menyambutnya dengan sukacita dan saling membantu kaum muhajirin dengan segala hal yang mereka miliki, baik tempat tinggal, harta, maupun pikiran.

Ketika orang-orang muhajirin sudah menetap di madinah, rasullah saw mempersaudarakan mereka.

Dengan persaudaraan ini tidak ada lagi perbedaan yang memisahkan antara kaum muhajirin dan ashar. Mereka hidup berdampingan, rukun, saling tolong menolong, dan berjuang bersama untuk menegakan ajaran yang dibawa oleh rasullah saw sehingga tersebar ke seluruh dunia.

Comment Policy: Tolong silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar