8 August 2019

Semua perbuatan manusia ada Yaumul Mizan (Timbangan amal)

Jangan terlena atas semua perbuatan yang kita lakukan karna ada Yaumul Mizan (Timbangan amal)



Yaumul Mizan itu berlaku bagi penghuni mahsyar, yakni kaum mukminin yang bercampur amal shaleh dengan amal buruk dan bisa juga berlaku bagi orang-orang kafir. Abu hamid al-ghazali mengatakan, Tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa di hisab tidak ditimbang dan tidak mendapat kitab-kitab catatan, tetapi surat kebebasan yang bertuliskan : Laa illaaha illahaah muuhammad rasullah ; ini adalah surat kebebasan si fulan bin fulan.

Ia telah diampunkan dosanya dan bahagia dengan kebahagiaan abadi. Dari ibnu abbas ra, dari nabi saw beliau bersabda, "Didatangkan orang yang mati syahid pada hari kiamat, lalu dipasang timbangan untuk menjalani hisab. Didatangkan orang-orang yang mengalami cobaan, namun tidak dipasang timbangan dan tidak dibentangkan kitab catatan bagi mereka.

Kemudian dituangkan pahala yang banyak kepada mereka orang-orang yang sehat berangan di mauqif itu agar tubuh mereka digunting, karena baiknya pahala Allah Ta'ala bagi mereka." (Hr.Abu Nua'im)

Allah Ta'ala berfirman, "kami akan memasang timbangan yg tepat pada hari kiamat, maka tidaklah dirugikan seseorang sedkiti pun."(Qs.Al-Anbiya':47)
 Allah swt ta'ala juga berfirman, "Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)-nya, Maka ia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)-nya, Maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah."(Qs.Al Qoriah:6-9)

Dari abdullah bin amru bin ash ibn ash, bahwa rasullah saw bersabda, "Allah swt memeriksa seseorang laki-laki dari umatku di hadapan orang banyak pada hari kiamat. Dia bentangkan 99 lembar catatan dan setiap lembaran sepanjang pandangan. Kemudian Allah bertanya,

Apakah engkau ingkari sesuatu dari ini? apakah para malaikat penulis dan pencatat berbuat zalim kepadamu?' ia menjawab, 'Tidak, Ya rabb'.

Kemudian Allah berkata, Bahkan engkau mempunyai kebaikan pada kami dan tiada kezaliman atas dirimu hari ini.

Kemudian Allah swt mengeluarkan selembar kertas baginya bertulisan, asyhadu an laa illaaha illallaha wa anna muhammadan abduhu wa rasuuluh ( aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain allah dan bahwa muhammad adalah hamba dan rasul-nya).

Kemudian allah berkata, tunjukan kertasmu, lembaran-lembaran catatan itu?? tetapi ternyata kertas itu menjadi berat. Maka, tidak ada sesuatu pun yang bisa mengungguli beratnya nama allah swt. (Hr. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Qurtubhi mengatakan, penimbangan amal kaum mukminin  merupakan perbandingan antara kebaikan dengan dosa. Sedangkan orang kafir  tidak mempunyai kebaikan, maka apa yang dibandingkan dengan kekafiran dan dosa-dosa-nya dan bagaimana cara menimbangnya???


Jawabannya, ada 2 cara.

1. Timbanganya dipasang lalu kekafiran dan dosa-dosanya diletakan disalah satu sisinya. Kemudian dikatakan kepadanya, "Apakah engkau mempunyai ketaatan untuk diletakan disisi lain?"  ia tidak memilikinya, sehingga sisi yang lainya tetap kosong.

Itu artinya timbangan tersebut ringan dan ini berdasarkan dalil ayat. Sebab, Allah mensifati timbangan itu ringan, bukan sesuatu yang ditimbang apabila kosong, maka ia pun ringan.

2. Ialah bila orang kafir mempunyai amal, seperti silahturahmi, menolong orang lain, membebaskan hamba sahaya dan lain, yang andai kata dimiliki orang muslim, tentu merupakan ibadah dan ketaatan.

Senua itu dikumpulkan dan diletakan dalam timbanganya, hanya saja kekafirannya lebih berat dari pada amalnya dan sisi timbangan yang berisism kebaikan-kebaikan menjadi ringan.

Jika dikatakan: "kebaikan-kebaikannya dihitung, niscaya ia dibalas dengan balasan yang setimpal, Sementara ia tidak mendapat balasan apa-apa.

Sebab, ketika rasullah saw ditanya tentang abdullah bin jad'an dan dikatakan kepadanya, bahwa ia menghormati tamu, menyambung hubungan kekeluargaan dan menolong orang yang menderita kesusahan.

Apakah semua itu bermanfaat baginya??
Nabi saw menjawab sesungguhnya ayahmu mencari suatu perkara dan ia mendapatkannya hal itu menunjukan bahwa kebaikan-kebaikan orang kafir bukanlah kebaikan, ada atau tidak adanya adalah sama saja."

Jawabanya ialah, Allah Ta'ala berfirman, kami akan memasang timbang yang tepat pada hari kiamat, Maka tidaklah seseorang dirugikan sedikit pun."(Qs.Al-anbiya':4)

Dia tidak memisahkan jiwa yang satu dengan jiwa yang lain. Maka, kebaikan-kebaikan orang kafir ditimbang dan mendapat balasan hanya saja Allah Ta'ala mengharamkan surga baginya.

Balasan baginya ialah diringakan siksaanya dengan dalil hadis Abi thalib.
Dikatakan kepadanya: "Ya rasullah, sesungguhnya abu thalib membela dan menolongmu. Apakah hal itu bermanfaat baginya?" Nabi saw menjawab "Ya, aku menemukan kepungan didalam api, lalu aku mengeluarkannya tempat yang meringankan. Kalau bukan karena aku, tentulah ia berada didalam neraka yang paling bawah.

"Apa yang dikatakan oleh nabi saw mengenai ibnu jad'an dan abu adi keduanya tidak masuk surga dan tidak merasakan kenikmatanya. Bahwa timbangan-timbangan menjadi berat dengan kitab catatan amal dan dengab itu siksaan menjadi ringan sebagaimana ditunjukan oleh hadist dan firman allah: "Padahal sesungguhnga bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yanv mengawasi (pekerjaamu itu)."(Qs.Al Infithar 10-11)

Menurut ibnh amar,lemabaran-lemabaran catatan amal ditimbang mempunyai bobot.

Kemudian allah Ta'ala menjadikan sisi yang satu mengungguli sisi yang lain sebagai bukti atas amalannya yang banyak dan memasukan nya kedalam surga atah neraka.

Diriwayatka dari mujahid, adh dhahak dan al-a'masy bahwa mizan disini berarti keadilan dan keputusan. Penyebutan timbangan adalah sebagai perumpamaan, seperti dikatakan: "perkataan ini setimbang dengan ini" , yakni sama meskipun tidak ada timbangannya.

Telah diriwayatkan bahwa sisi timbangan kebaikan terbuat dari cahya yang lain dari kegelapan. Sisi timbangan yang terang untuk kebaikan dari sisi timbangan yang gelap untuk dosa-dosa."(At Tadzkirah:378)

Kesimpulan


Semua perbuatan manusia yang dilakukan selama hidup didunia semua akan di yaumul mizan atau di timbang amal perbuatan kita, Maka dari itu, marilah semuanya berbuatlah yang terbaik selama hidup didunia jalankan perintah dari allah swt untuk mendaptakan pahala dan ridha-nya dan jauhi larangan-larangan-nya agar kita selamat dunia dan akhirat.

Semoga pembaca artikel Dwana post selamat dunia dan akhirat (surga).

Labels: