14 September 2019

Personalisasi dan Pemasaran

Personalisasi dan Pemasaran

Dalam Sebuah perusahaan, pemasaran mempunyai tanggung jawab untuk merefleksikan tujuan, kebutuhan, dan keinginan pelanggan. Banyak alat-alat yang muncul untuk menyelesaikan tujuan ini, termasuk penjualan lewat telpon, survei, grup fokus, uji pasar, sampe coba-coba, dan analistis statistik data penjualan.

Hasil dari studi ini mengindentifikasikan kesempatan untuk rancangan dan karakter baru, dan menghindari kegagalan yang baru terjadi.

Pada dasarnya, pemasaran harus menetapkan solusi yang kompromis. Perusahaan memiliki ribuan, bahkan jutaan pelanggan, walaupun mereka hanya mampu menyediakan beberapa versi dari produknya.

Tujuan pemasaran adalah untuk menemukan rancangan yang paling kompromis bagi produk untuk mencapai induvidu yang berbeda.


Dalam era pasal pemasaran, perusahaan menawarkan sedikit bentuk produk. Produk masal mempunyai dampak yang sangat kuat terhadap biayai yang merupakan variasi dari kebutuhan pelanggan.

Sebelumnya kalian para pembaca Dwana blog ini sudah pernah membaca banyak pemasaran pasca perang dunia ke 2 menyerang kompromi ini. Perusahaan menciptakan lini produk dengan banyak variasi  prosuk dan jasa.

Tiap lini mempunyai target pasar sendiri. Hal ini membawa kepada kecocokan yang lebih dekat antara selara dan konsumen dengan produk yang tersedia. Hasilnya merupakan peningkatan yang menakjubkan dalam variasi produk minor di pasar.

Coca-cola dan crest memiliki lebih dari 50 variasi produk dan paket empat. Variasi produk ini menciptakan pertentangan terhadap perhatian distribusi, ruang rak pada rak yang sudah kacau, dan perhatian konsumen.

Personalisasi adalah bentuk khusus dari difernsasi produk. Ia mengubah produk dan jasa standar menjadi solusi khusus bagi induvidu. Ia mengubah rancangan produk dari yang bersifat inheren kompromis ke sebuah proses untuk memutuskan layanan apa yang akan menguntungkan induvidu.

Di kombinasikan dengan distribusi yang inovatif, ia dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik terhadap pencocokan selera pelanggan tanpa menyia-nyiakan pendekatan yang ada.

Personalisasi menjadi sebuah keunggulan kompetitif bagi perusahaan ketika ia digunakan untuk membentuk hubungan. Personalisasi membutuhkan kepercayaan dan kerja sama dari konsumen.

Sekali hal ini di tetapkan dan disertai dengan jasa dan produk yang lebih baik, loyalitas meningkat.

Labels: