Skip to main content

Taubat yang tidak di terima Allah swt, ketahuilah Tandanya!

Baca Juga

Ini permasalahan saya yang ingin mencari tahu tentang taubat. Yah Taubat yang kita ketahui merupakan Permohonan ampunan serta menyesal kepada allah swt untuk dosa-dosa yang di perbuat selama hidup di dunia.

Pada dasarnya Allah swt memerintahkan kepada manusia untuk selalu bertaubat kapan pun ia mendapati dirinya dalam kemaksiatan dan dosa.
Taubat yang tidak di terima Allah swt, ketahuilah Tandanya!
Sumber gambar : Instagram/internet

Akan tetapi saya itu penasaran bagaimana sih tanda-tanda bahwa taubat tidak di terima Allah swt. Setelah saya cari dan pahami setiap artikel dan ceramah-ceramah para ustadz, ulama-ulama besar. Bahwasanya kurang lebih ada 3 tanda bahwa taubat yang tidak di terima allah swt, berikut ini penjelasannya serta ketahuilah.

1. Ketika Allah swt memberikan atau menurunkan adzab.
Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا رَاَ وْا بَأْسَنَا قَا لُوْۤا اٰمَنَّا بِا للّٰهِ وَحْدَهٗ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهٖ مُشْرِكِيْنَ
fa lammaa ro`au ba`sanaa, qooluuu aamannaa billaahi wahdahuu wa kafarnaa bimaa kunnaa bihii musyrikiin

"Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami sekutukan dengan Allah."

فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ اِيْمَا نُهُمْ لَمَّا رَاَ وْا بَأْسَنَا ۗ سُنَّتَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ فِيْ عِبَا دِهٖ ۚ وَخَسِرَ هُنَا لِكَ الْكٰفِرُوْنَ
fa lam yaku yanfa'uhum iimaanuhum lammaa ro`au ba`sanaa, sunnatallohillatii qod kholat fii 'ibaadih, wa khosiro hunaalikal-kaafiruun

"Maka iman mereka ketika mereka telah melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka. Itulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir."
(QS. Ghafir 40: Ayat 84-85)

Dan juga Allah swt menerangkan tentang fir'aun ketika diturunkan adzab dengan menggelamkannya ke laut dan sempat akan bertaubat ketika ruh nya sampai di kerongkongan.

Di dalam kitab suci Al-qur'an.
Allah SWT berfirman:

وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَ تْبـَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُوْدُهٗ بَغْيًا وَّعَدْوًا ۗ حَتّٰۤى اِذَاۤ اَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَا لَ اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْۤ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْۤا اِسْرَآءِيْلَ وَ اَنَاۡ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
wa jaawaznaa bibaniii isrooo`iilal-bahro fa atba'ahum fir'aunu wa junuuduhuu baghyaw wa 'adwaa, hattaaa izaaa adrokahul-ghoroqu qoola aamantu annahuu laaa ilaaha illallaziii aamanat bihii banuuu isrooo`iila wa ana minal-muslimiin

"Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam, dia berkata, Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri).

اٰۤلْـئٰنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ
aaal-aana wa qod 'ashoita qoblu wa kunta minal-mufsidiin

"Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan."
(QS. Yunus 10: Ayat 90-91)

2. Sampai ajal atau nyawa-nya mau di cabut tetap dalam kekafiran atau tidak membawa keimanan itu manusia yang tidak di terima taubat nya.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
innalloha laa yaghfiru ay yusyroka bihii wa yaghfiru maa duuna zaalika limay yasyaaa`, wa may yusyrik billaahi fa qod dholla dholaalam ba'iidaa

"Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 116)

3. Ketahuilah taubat di terima hingga matahari sebelum terbit arah barat.

Dalam sebuah hadist.
"Hihrah tidak akan terhenti hingga terputusnya pintu taubat dan pintu taubat tidak akan terputus hingga matahari terbit dari arah barat" (HR. Abu Daud).

"Tidak akan terjadi hari kiamat sampai matahari terbit dari barat, dan ketika manusia melihatnya maka mereka berbondong-bondong beriman, dan ketika itu tidak berguna lagi keimanan mereka" (Hr. Bukhari dan Muslim).

Hendaknya kita semua langsung berserah diri dengan menuju ampunan allah swt dengan bertaubat dan meminta maaf kepada sesama manusia.

Jika kita menyegerakan diri bertaubat maka kita termaksud orang-orang yang bertaqwa.
Allah SWT berfirman:

وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ 
wa saari'uuu ilaa maghfirotim mir robbikum wa jannatin 'ardhuhas-samaawaatu wal-ardhu u'iddat lil-muttaqiin

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133)

Jika kita benar-benar bertaubat dan bersungguh-sungguh Insyallah segala dosa yang di perbuat masa lalu di ampunkan oleh Allah swt.

Ingat!
Bersungguh-sungguh, menyesali serta mendekatkan diri lagi kepada Allah swt dengan melaksanakan/menjalankan semua perintahnya dan menjauhi larangannya.

Nggak terasa saya yah udah selesai pembahasannya, walau menurut ku ini masih kurang lengkap. Akan tetapi inilah sejauh ini ilmu yang peroleh, setidaknya saya dan kalian merasakan manfaat dari pembahasan artikel ini. Mohon maaf jika ada hal yang salah dan saya ucapkan terima kasih.

Sumber : Kitab suci al-qur'an 
Hallo Gaesz: Admin akan selalu update artikel terbaru. Maka dari itu anda jangan bosan-bosan hadir membaca/download, di situs blog ini yah (Jadilah user pembaca yang baik) "I Love You All".
Buka Komentar
Tutup Komentar